Category Archives: Uncategorized

Kau mungkin pernah melihat ketika seorang anak menjadi kotor, maka ibunya pun segera beregegas memandikannya.

Lalu suara tangisan anak itu terdengar dan kaupun bertanya,

“Kenapa anak itu menangis?.. Dimana ibunya?”

Seseorang memberitahumu,
“Ibunya yang sedang bersamanya”

Lantas kaupun bertanya, “Kenapa dia tidak mendiamkannya?”

Dia menjawab,
“Ibunyalah yang menyebabkannya menangis”

Kemudian kau berkata,
“Seorang ibu tidak mungkin membuat anaknya menangis”

Dia menjawab,
“Anaknya kotor, dan karena cinta kepada anaknya, dia tidak mau melihat anaknya kotor. Jadi dia memandikannya agar dia bersih, sehingga dia bisa memeluknya dan menggendongnya”

###

Begitu juga ketika Allah ‘azza wa jalla melihat hamba-hambanya yang dikasihi dalam keadaan kotor dan penuh dosa. Maka Allah berfirman:
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30)

###

“Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa musibah yang menimpa kalian tidak lain adalah disebabkan karena dosa yang kalian dahulu perbuat. Dan Allah memaafkan kesalahan-kesalahan kalian tersebut. Dia bukan hanya tidak menyiksa kalian, namun Allah langsung memaafkan dosa yang kalian perbuat” (Ibnu katsir rahimahullah)

View on Path

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Utlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi – at Masjid Agung Al-Ukhuwwah

View on Path

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Mengikuti Kebanyakan Orang (Mayoritas) dalam Beragama

Qur'an dan Sunnah

Banyak kita jumpai seruan untuk mengikuti kebanyakan orang (mayoritas) dalam hal beragama, ia berbendapat bahwa mengikuti mayoritaslah merupakan kebenaran dalam beragama. Telah dijelaskan dalam Alquran bahwa mengikuti kebanyakan orang bukanlah merupakan tolak ukur suatu kebenaran,

View original post 467 more words

Leave a comment

Filed under Uncategorized

MENGAPA ORANG SUSAH MINTA MAAF DAN MEMAAFKAN?

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Qawi lillahi Ta’ala

kehilangan.
kehilangan adalah suatu hal yang semestinya menjadi hal yang biasa bagi saya, bahkan bagi semua manusia dimuka bumi ini.
karena begitulah peringatan dari Allah subhanahu wa ta’ala begitu pula Rasulullah shalallahu alaihi wassalam selalu senantiasa mengingatkan bahwa dunia hanya sandiwara, dan tak pernah ada satu hal apapun yang abadi didunia ini.

namun tetap saja, kehilangan adalah suatu hal yang menakutkan untuk saya.
kehilangan hal apapun itu (yang saya cintai)

sudah tertanam jauh pula dalam diri saya tuk senantiasa meyakini bahwasanya kehilangan apapun adalah cara Allah untuk mengingatkan saya, bahwasanya saya tak pernah memiliki apa-apa, karena semua hal hanyalah titipan Allah, dan bisa sewaktu-waktu Allah ambil kembali.
meyakini bahwasanya kehilangan adalah cara Allah untuk mengingatkan saya, supaya saya tak mencintai apapun didunia ini melebihi cinta saya padaNya.

tapi kembali lagi, saya hanyalah manusia biasa dengan keimanan yang seringkali naik dan turun,
saat suatu kehilangan menimpa saya, hati saya pun masih seringkali berontak tak rela dengan kesempitan yang melandanya. namun alhamdulillah, saya yang sekarang adalah Mardiana Umari yang berusaha mengembalikan diri dan segala sesuatunya hanya pada Allah.
Allah lebih tahu apa yang terbaik, dan Allah tak pernah aniaya sedikit pun pada hamba-hambaNya.

Allahu…
Allahu..
Allahu…

kehilangan (apapun) pasti selalu meninggalkan bekas yang mendalam pada saya.
meninggalkan duka yang terkadang cukup berkepanjangan, karena saya terlahir menjadi pribadi yang memiliki daya imaji, empati yang cukup luas.
kehilangan selalu menjadi episode kehidupan yang saya takutkan, walau saya tau saya pasti dan harus mengalaminya.

.

ntah mengapa Allah selalu menguji dan menyentil saya melalui kehilangan-kehilangan seperti ini.
tapi satu hal yang saya tanamkan dalam hati, Allah ingin saya menjadi manusia yang kuat. .manusia yang tak rapuh hanya karena kehilangan hal-hal dunia yang fana ini.
Allah ingin saya menjadi muslimah yang tegar; terutama dalam menghadapi segala hal yang sekiranya akan menyempitkan hati saya.

Qawi lillahi’ ta’ala..
saya akan kuat, karena Allah..karena Allah yakin saya mampu, maka saya pun pasti mampu.

kedukaan saya kemarin, dan malam ini, bahkan sisa-sisa duka di hari esok dan seterusnya pun.. pasti akan berlalu.
karena tak ada yang abadi.

hidup saya pun kelak akan berlalu.

.

Apa yang kita cari di dunia ini?
tanya ustadzah saya ,
lalu saya mantap menjawab , “Ridho Allah…”

jika Allah ridho saya mendapatkan satu rezeki, maka rezeki itulah yang saya cari, saya manfaatkan dijalan yang Allah ridhoi pula.

jika Allah ridho saya mengalami kehilangan-kehilangan-dunia lagi, maka saya akan menjadi kuat dan ikhlas… karena Allah.

.

selalu ada hikmah dari segala macam bentuk duka kehilangan.

Mardiana Umari.
1 maret 2015
22.52

I love you pi.. I’m sorry I couldn’t safe you.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Qawi lillahi ta’ala

kehilangan.

kehilangan adalah suatu hal yang semestinya menjadi hal yang biasa bagi saya, bahkan bagi semua manusia dimuka bumi ini.
karena begitulah peringatan dari Allah subhanahu wa ta’ala begitu pula Rasulullah shalallahu alaihi wassalam selalu senantiasa mengingatkan bahwa dunia hanya sandiwara, dan tak pernah ada satu hal apapun yang abadi didunia ini.

namun tetap saja, kehilangan adalah suatu hal yang menakutkan untuk saya.
kehilangan hal apapun itu (yang saya cintai)

sudah tertanam jauh pula dalam diri saya tuk senantiasa meyakini bahwasanya kehilangan apapun adalah cara Allah untuk mengingatkan saya, bahwasanya saya tak pernah memiliki apa-apa, karena semua hal hanyalah titipan Allah, dan bisa sewaktu-waktu Allah ambil kembali.
meyakini bahwasanya kehilangan adalah cara Allah untuk mengingatkan saya, supaya saya tak mencintai apapun didunia ini melebihi cinta saya padaNya.

tapi kembali lagi, saya hanyalah manusia biasa dengan keimanan yang seringkali naik dan turun,
saat suatu kehilangan menimpa saya, hati saya pun masih seringkali berontak tak rela dengan kesempitan yang melandanya. namun alhamdulillah, saya yang sekarang adalah Mardiana Umari yang berusaha mengembalikan diri dan segala sesuatunya hanya pada Allah.
Allah lebih tahu apa yang terbaik, dan Allah tak pernah aniaya sedikit pun pada hamba-hambaNya.

Allahu…
Allahu..
Allahu…

kehilangan (apapun) pasti selalu meninggalkan bekas yang mendalam pada saya.
meninggalkan duka yang terkadang cukup berkepanjangan, karena saya terlahir menjadi pribadi yang memiliki daya imaji, empati yang cukup luas.
kehilangan selalu menjadi episode kehidupan yang saya takutkan, walau saya tau saya pasti dan harus mengalaminya.

.

ntah mengapa Allah selalu menguji dan menyentil saya melalui kehilangan-kehilangan seperti ini.
tapi satu hal yang saya tanamkan dalam hati, Allah ingin saya menjadi manusia yang kuat. .manusia yang tak rapuh hanya karena kehilangan hal-hal dunia yang fana ini.
Allah ingin saya menjadi muslimah yang tegar; terutama dalam menghadapi segala hal yang sekiranya akan menyempitkan hati saya.

Qawi lillahi’ ta’ala..
saya akan kuat, karena Allah..karena Allah yakin saya mampu, maka saya pun pasti mampu.

kedukaan saya kemarin, dan malam ini, bahkan sisa-sisa duka di hari esok dan seterusnya pun.. pasti akan berlalu.
karena tak ada yang abadi.

hidup saya pun kelak akan berlalu.

.

Apa yang kita cari di dunia ini?
tanya ustadzah saya ,
lalu saya mantap menjawab , “Ridho Allah…”

jika Allah ridho saya mendapatkan satu rezeki, maka rezeki itulah yang saya cari, saya manfaatkan dijalan yang Allah ridhoi pula.

jika Allah ridho saya mengalami kehilangan-kehilangan-dunia lagi, maka saya akan menjadi kuat dan ikhlas… karena Allah.

.

selalu ada hikmah dari segala macam bentuk duka kehilangan.

Mardiana Umari.
1 maret 2015
22.52

I love you pi.. I’m sorry I couldn’t safe you.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

malu sama Allah :(

image

Masha Allah..

sedih banget rasanya baca komen ini :’ sampai air mata netes.

Maha Baik Allah yang sampai detik ini masih senantiasa menutupi segala dosa-dosa dan setumpuk aib dalam diri saya, dan menampakan hanya sisi baik saya dimata orang lain :’

malu banget sama Allah..
malu sama segala dosa-dosa di hari yang kemarin, malu sama banyaknya waktu di hari kemarin yang habis dalam kelalaian, malu sama aib-aib diri yang ada….

Allah selalu senantiasa menutupi segala bobrok diri ini.
Allah menampakkan kebaikan, dan memberikan jalan bagi saya untuk menjadi manusia yang bisa menyebarkan secuil ilmu yang saya punya, yang ternyata masha Allah…. bisa bermanfaat dan memberi suatu kemudahan sendiri buat orang lain.

MAHA BAIK ALLAH…
MAHA BAIK ALLAH..

ALLAHU YA RAHMAN… YA RAHIM.. YA SAMI’.. YA BASHIR.. YA RAZAAQ.. YA FATAH.. YA MUHAIMIN.. YA KARIIM.. YA HAQ.. YA SYIFAA.. YA HAFIIDZ.. YA MUIID.. YA MUQADIIM.. YA MUJIIB.. YA GHAFAR… YA RAHIIM….

semoga Engkau ridho ya Allah..

hamba hanya ingin jadi manusia yang lebih baik di hadapanMu.
hanya di hadapanMu…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

View on Path

Leave a comment

Filed under Uncategorized

#muhasabah

Kita tidak bisa membaca hati manusia, apalagi hanya dari socmed dan dunia maya ya?

Belum tentu orang yang menuliskan rutinitas amalnya adalah riya’. Bisa jadi ia berniat menyemangati kawannya.

Belum tentu orang yang mengabarkan rizqi yang diterimanya adalah berbangga-bangga dengan harta. Bisa jadi, ia ingin mensyiarkan syukur atas karunia-Nya.

Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.

Mereka yang menuliskan pengalamannya di socialmedia, belum tentu ingin menjadi selebritis dunia maya. Bisa jadi ada inspirasi, pengalaman dan pelajaran hikmah yang hendak dibagikannya.

Mereka yang mengabarkan sedang mengisi kultum entah di mana, belum tentu ingin dipuji amal dakwahnya.
Bisa jadi ia ingin memberi harapan pada rekannya, bahwa di sana api dakwah masih berkobar.

Mereka yang menyampaikan secuplik ilmu yang diketahuinya, belum tentu ingin diakui banyak ilmunya. Bisa jadi ia terpanggil untuk menyampaikan sedikit yang ia punya karena mengharap rido Illahi

Mereka yang gemar mengkritisi kekeliruan yang dilihatnya, belum tentu merasa dirinya paling benar dan paling paham agama. Bisa jadi, itu karena ia sungguh mencintai saudaranya, dan ingin bersama-sama menjadi insan yg lebih baik.

Mereka yang gemar menuliskan apapun yang dipikirkannya, belum tentu ingin diakui sebagai perenung berwibawa. Bisa jadi, ia adalah pelupa, dan ingin menjadi mudah ingat dengan menuliskannya.

Mereka yang selalu merespon apa yang dilihatnya, belum tentu ingin eksis di dunia maya. Bisa jadi ia memang senang berbagi yang dia punya.

.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain…” (QS. Al hujurat:12)

View on Path

Leave a comment

Filed under Uncategorized

#flashback
Dulu “malu” pake hijab panjang kalo lagi jalan sama temen yg belum pake hijab atau sama temen yg hijabnya masih pashmina lilit2, rasanya ga enak aja gt jadi pake hijabnya pasti yg biasa aja segiempat yg penting nutup dada.
kecuali saat lagi hadir di majelis baru deh pede pake hijab panjang karena temen-temen yg lain juga hijabnya panjang2 dan lebar2 hehehe.. jadi menyesuaikan sikon aja dulu.

sejak tau pake hijab panjang sampai nutup pinggang itu nyamannya masha Allah.. jadi ga peduli lagi, mau jalan sama siapapun, kemana pun dan dalam acara apapun kekeuh pake hijab yg nutup pinggang.

bukan karena sok suci,
bukan karena sok alim,
bukan karena islam aliran keras (hahaha) ,
apalagi karena merasa paling taat dan berilmu.. tapi lillah karena memang nyaman banget dengan pakaian yg seperti ini.
kalo misalnya naik motor ga perlu khawatir khimarnya terbang-terbang dan keangkat karena ketiup angin, saat sholat pun bisa langsung aja karena ga perlu mukena lagi.
ah islam memudahkan bgt kan?

andai semua saudari seimanku tau rasa nyaman berpakaian begini…. mereka pun pasti ga akan mau melepasnya lagi.

“nyaman dari mana? kalo muslim panas apa ga kepanasan?”
dear.. sy juga pernah ga nutup aurat kok, jadi paham benar bagaimana rasanya saat cuaca panas.
dan percayalah pakai hijab maupun ga, toh ga akan mengurangi suhu panasnya; dan pakai hijab pun bukan berarti suhu panas cuacanya bakal bertambah.
sy bukti nyata ya yg membandingkan langsung dari pengalaman yg sudah2. saat ga pakai hijab dan ada diluar rumah, matahari langsung panas menyerang tubuh dan kulit kita yang ga tertutup dear. namun saat keluar dengan hijab menutup seluruh tubuh, panas dari teriknya matahari tak lansung “menusuk” kulit tubuh kita, see? hijab justru melindungi.

jadi bersyukur bgt sama segalanya deh.
apapun yang udah dan telah terjadi, dan bersyukur juga dengan berbagai situasi dan kondisi yang membuat sy tak harus memendekkan atau melepaskan hijab sy.

long hijab is my choice.
saya suka berpenampilan begini, dan insha Allah, semoga Allah pun suka 🙂

.

kamu yang belum menutup auratnya.. kapan begini juga? yuk iseng cobain keluar rumah satu hari aja dengan baju longgar dan hijab menutup dada & punggung, kaus kakinya juga jangan lupa… siapa tau ketagihan :))
karena sy pun berhijab dulu hanya karena iseng pengen berpenampilan “rapi” seperti muslimah yg lain, dan ternyata …. ketagihan sampai nyaris satu setengah tahun :))

View on Path

Leave a comment

Filed under Uncategorized