another broken-hearted..

Allahu Rabbi..

ngomongin cinta emang ga bakal pernah ada habisnya.
cinta emang jadi satu hal yang selalu asik dijadikan bahan pembicaraan.
walau.. saya sudah bosan rasanya jika membahas ataupun mendengarkan masalah cinta-cintaan dunia yang biasanya.. berakhir dengan segala macam perihal yang berujung kekecewaan.

begitu juga ngomongin masalah patah hati, sakit hati, dan kawan-kawannyam
namanya juga “jatuh” cinta ya.. cepat atau lambat rasa “sakit” nya pasti terasa.
ada yang sakitnya terasa hanya sebentar karena meninggalkan luka kecil yang cepat menghilang. ada pula yang sakitnya begitu memilukan karena meninggalkan luka mengaga yang cukup lebar, sehingga i empunya luka (biasanya ) memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat menyembuhkannya.
baru menyembuhkan ya, karena butuh waktu lagi untuk menghilangkan “bekas luka” nya.
tapi kembali lagi..
segala macam luka in sha Allah akan segera meniada, berganti rasa syukur dan kekuatan serta kebesaran hati yang luar biasa, saat kita mengembalikan hati yang luka itu pada pemilik hati yang sebenarnya.
hati ini milik Allah, kembalikan lah pada Allah.

hmmm.
manusia emang jahat ya.
iya jahat.
hati ini kan miliknya Allah..
Allah yang menciptakan..
manusia lain yang menyakiti, dan (jika kita kembalikan pada Allah) maka akan Allah sembuhkan hati kita.
Allah gak pernah protes loh..
Allah gak akan pernah bilang :
“enak bener deh.. doi yang bikin luka masa Aku yang nyembuhin?”

engga. Allah ga bakal bilang begitu.
Allah justru senang saat kita mengembalikan hati yang luka ini padaNya.
dan bahkan mungkin.. Allah sengaja menghadirkan luka itu melalui perantara makhlukNya.
luka yang Allah sengaja biarkan hadir dalam hati kita, karena Allah ingin kita sadar.. bahwa segala cinta dan kesenangan yang ada didunia ini pada akhirnya hanya akan menimbulkan kekecewaan, karena hanya cinta dan kasih sayang Allah lah yang sejati.
Allah ingin kita sadar..
Allah ingin kita kembali..
Allah ingin kita mendekat kembali padanya setelah sekian belas atau sekian puluh tahun kita “lupa” padaNya.

.

satu cerita patah dan sakit hati (lagi) yang saya dengar dari seorang sahabat.
sahabat saya yang terkenal dengan “keceriaannya” ternyata bisa juga meneteskan air mata patah hati.
iya sih, perempuan mana yang ga sedih hatinya, sempit dadanya, luka hatinya saat seseorang yang ia cintai ternyata tak sebaik yang ia pikirkan.
betapa mudahnya makhluk bernama laki-laki melupakan dan menyiakan begitu saja kebaikan dan ketulusan perempuan yang selama ini berada disisinya!!!
betapa mudahnya juga perempuan menyerahkan sepenuhnya hati mereka kepada orang yang belum tentu baik untuk dunia dan akhiratnya!!!
betapa lemahnya iman manusia-manusia, yang menganggap bahwa cinta bisa dengan mudah tegantikan begitu saja, menganggap bahwa mencintai seseorang bisa menjadi hal yang paling sempurna dalam hidup. padahal SAMA SEKALI TIDAK.

.

saya paling gak suka jika ada sahabat saya yang menangis.
saya benci melihat ada sahabat saya yang tersakiti hatinya oleh laki-laki yang selama ini dicintai, dan diperjuangkannya.
saya kesal jika saya tahu ada perempuan yang mengorbankan nyaris seluruh perasaan dan waktunya hanya demi memikirkan kebahagiaan dan kebaikan laki-laki yang belum tentu juga mengorban dan memikirkan hal yang kita lakukan.
saya tak suka dengan sahabat saya yang habis-habisan mencari alasan untuk menutupi keburukan kekasihnya padahal sudah jelas laki-laki itu adalah laki-laki yang sama sekali tak menghargainya.
saya sedih, jika teman saya mengeluarkan air mata duka penuh kesiaan seperti ini.

KARENA SAYA TAHU RASANYA.

.

walaupun hanya menyediakan telinga untuk sahabat saya malam ini, tapi curahan hati sahabat saya berhasil membuat hati dan pikiran saya mau tak mau juga membuka kembali kenangan-kenangan pilu yang sudah saya pendam jauh-jauh.

perlahan tapi pasti rasa sedih dan kecewa itu kembali memenuhi ruang di hati saya.
tiba-tiba bekas luka di hati saya seakan menyapa saya kembali..
“mari mengenang masa lalu..” sapanya.

walau alhamdulillah, tak perlu waktu lama bagi saya tuk segera melupakan kesedihan itu, tapi tetap saja air mata saya nyaris tumpah lagi diperjalan pulang…

saya tahu sekali perasaan sahabat saya ini ya Allah..
saya masih ingat bagaimana rasanya air mata itu tumpah..
air mata saya.. untuk ia yang takkan pernah mengeluarkan air matanya untuk saya.

.

Alhamdulillah.. dulu Allah menuntun saya menuju jalanNya.
hingga jadilah saya menjadi pribadi yang hari ini.
sungguh hanya luka dan kekecewaan yang teramat sangat yang mampu membuat seseorang berubah. membuat saya, pola hidup dan pola pikir saya pun berubah.
beruntungnya saya.. saya berubah kearah yg in sha Allah lebih baik.
saya berubah karena ingin dekat dengan Allah, Tuhanku yang selama ini saya pernah “abaikan” , saya mencari penawar luka pada Allah karena Dia-lah Asy-syifa.. saya mencari perlindungan atas segala hal dunia yang menyakiti saya padaNya.. karena Dia-lah Al Hafidz..

hal dunia lah yang merobek-robek hati saya, namun Allah lah yang menembuhkan saya.

.

saya hanya bisa berharap dan berdoa semoga Allah pun akan melakukan hal yang sama untuk sahabat saya.
melembutkan hatinya, membuka matanya agar ia menyadari bahwa tiada satu pun cinta dunia yang pantas untuk membuatnya mengeluarkan air mata, karena Allah selalu ada!

Allah tau kebaikan yang ada dalam diri kita, sehingga Allah memisahkan kita, menjauhkan kita dari hal-hal yang tak baik untuk kita.

Allah ga mau hambaNya yang baik, terkhianati lebih lama lagi.
Allah ga mau hambaNya yang tulus, tersia-siakan lebih lama lagi.

.

buat sahabat saya.. yuk.. kembalikan semuanya sama Allah. semuanya..
lukamu.. tangismu.. kecewamu.. harapmu.. hidup matimu..

karena hanya Allah yang takkan menyiakan kebaikanmu.
karena hanya Allah… yang takkan menyiakan cintamu..

.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Twenty two. Alhamdulillah.

image

Feels like 22!

Hehe ga ada rasanya sih.. Ga ada artinya sebuah angka, sebuah usia apabila tak bermuara pada keimanan dan ketaatan yang lebih baik.

.

Sudah sekian hari selalu betah nyudut dan berakhir jadi jamaah maghrib-isya di IC.
Kalau lagi sedih, kalut, bete, kesel atau apapun itu yang tidak nyaman pasti deh larinya ke rumah Allah.
D

Paling seneng saat menyendiri di satu sudut, dan tiba-tiba melihat sejenak kebelakang mengenai apa-apa yang sudah saya lalui, saya lewatkan, dan apa-apa juga yang masih tersisa disini, di diri saya.
Paling seneng juga saat lantunan murotal yang merdu mengalun menyambut datangnya waktu shalat, ademnya ga ada yang nandingin! Masha Allah deh.

“ingatlah, hanya dengan mengingat Allah,hati menjadi tenteram” (QS. Ar Ra’d: 28)

Anyway..

Malu rasanya nyaris 20 tahun terakhir bener-bener jadi hamba yang tenggelam dalam dosa, dalam lalai.

Bersyukur pula rasanya di nyaris 2 tahun terakhir Allah menuntun saya perlahan tapi pasti menjadi hamba Nya yang mencoba lebih baik. Mencoba mencari cahayaNya, jalanNya, mencoba meniti jalanNya juga walau masih seringkalin kepayahan dalam istiqomahnya.

Beginilah saya.
Perempuan biasa.
Tiada kelebihan yang bisa saya banggakan.
Bahkan sisi baik yang ada dalam diri saya pun justru seringkali menjadi bumerang yang menyakiti diri saya sendiri.

Dalam hal akademis saya biasa saja.
Penampilan pun biasa saja.
Saya bukan perempuan kreatif yang bisa menciptakan apa saja, melakukan apa saja yang mungkin bisa mengundang decak kagum orang lain, saya tak punya prestasi apa-apa yang bisa dibanggakan.
Bahkan mungkin membanggakan orangtua saja saya tak mampu, hehe.
Yang saya perjuangkan saat ini hanya bagaimana saya bisa menajasi muslimah yang lebih baik dimata Allah, berusaha mendapatkan gelar hambaNya yang solehah sehingga doa-doa saya bisa senantiasa terijabah olehNya, apalagi doa-doa untuk kebaikan serta keselamatan dunia akhirat untuk kedua orang tua saya.
Salah satu motto hidup saya adalah, sebaik-baik anak adalah yang berbakti pada orang tuanya, dan sebaik-baik bakti adalah menjadi anak solehah, menjadi amal jariyah kebaikan dan pembuka pintu syurga bagi kedua orangtua saya, aamiin ya Mujiib, in sha Allah.

Lagi sedih sebenarnya.
Semuanya terasa menghilang.
Tapi satu hal yang saya yakini, saat semua hal terasa menjauh itu artinya Allah sedang ingin saya hanya berdua dengannya.
Ah.. ALLAH…
CintaMu pada hamba nan dhaif ini sungguh teramat luar biasa.
Wafuanni.. Wafuanni..

.

Harapan saya di umur yang baru ini? Hmmm….
Semoga ketaatan saya bertambah, istiqomah saya menguat tak rapuh-rapuh lagi hehehe.
Dan sebenarnya sy berharap Allah lekas mempertemukan dan mengumpulkan saya dengan orang-orang yang lebih baik.
Yang mampu menerima segala kekurangan yang ada dalam diri ini.
Yang tak hanya ada disisi saya saat saya sedang bersuka ria, tapi juga tetap ada dan memberi dukungan saat saya sedang berduka. (dukungan yang menambah kesabaran, dan keimanan saya tentunya),
Dengan yang tau bahwa diluar sana pasti selalu akan ada pribadi yang lebih baik dari saya, namun ia tetap setia bersama saya, mencoba melangkah bersama menjadi lebih baik.

.

Ah.. Pokonya Allah lebih paham lah bagaimana isi hati pikiran ini.
Mohon maaf untuk semua pihak yang merasa saya jauhi beberapa hari ini.
Saya hanya berusaha menarik diri, menarik diri dari segala hal yang berpotensi menyakiti saya, menambah ruang sempit di hati dan pikiran saya.

Tak ada yang mampu memahami saya. Tak ada yang mampu bertahan berada disisi saya.
Dan kadang rasanya tak ada yang mampu mengharhai jerih payah dan sebutir kebaikan yang ada di diri saya.

Dan saya pahami sepenuhnya.. Hanya Allah yang bisa.
Hanya Allah yang tahu.
Hanya Allah yang kan menghargai dan tak menyiakan setitik kebaikan pun yang ada dalam diri saya.
Hanya Allah yang Maha cinta.
Hanya Allah yang Maha tahu.
Hanya Allah yang maha pelapang hati.

Tak mengapa kan, jika saya hanya ingin bersama Allah..
Mencari jalanNya..
Meniti jalanNya..
Merasakan indahnya berdua hanya dengan Allah sepanjang hari saya…

Karena hanya Allah yang paling mengerti..

Maafkan saya ya.
Tapi segala hal dunia sudah terlalu sering mengecewakan saya.
Dan hanya Allah lahvtempat saya kembali.
Allah dulu.. Allah lagi.. Allah terus..

Mardiana Umari.

18 Januari 2015

23.31 WITA

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Berdakwahlah dengan lembut… Saudaraku.

image

Bismillahi..
Tulisan ini terinspirasi dari seorang ikhwan di salah satu akun socmed saya yang mengirimkan direct pada saya, dan dalam dm nya dia secara tegas mengingatkan sy bahwa mengupload foto diri ke socmed adalah satu bentuk pengeksploitasian diri yang tak sepatutnya dilakukan oleh muslimah.
Subhanallah.
Padahal foto nya udah di blur mungkin 1000 persen.. Hehehe.. Dan juga karena memang kebetulan pengen ikutan aja sama komunitas unik yang lagi ngehits banget itu.

Jadi ada komunitasblur dari salah satu akun dakwah, dimana adminnya menyiarkan bahwa jika kita posting foto selfie kita sebaiknya bagian wajah atau bahkan keseluruh tubuhnya diblur saja untuk menghindari fitnah.
Awalnya sih saat sy tau penjelasan-mengapa-foto-nya-diblur, saya mikirnya “ga usah upload foto aja sekalian supaya bener-bener pure ga ngundang fitnah yaa..?” karena memang kadang walau sudah di blur pun masih bisa kita bayangkan atau kita analisa bahwa si ikhwan ini wajahnya tampan, badannya proporsional, si akhwat ini wajahnya cantik karena wajahnya putih dan lain sebagainya.

Tapi setelah saya pikir-pikir lagi ada manfaatnya juga komunitasblur ini.
Manfaat apa? Manfaat untu saudara saudariku yang sedang berhijrah namun masih suka selfie, alias suka foto-foto dan upload sana sini. Hehe. Masha Allah.
Jujur emang bener kebiasaan selfie dan upload sana-sini sepertinya udah jadi kebiasaan yang mendarah daging di kalangan muda mudi saat ini, begitupun bagi mereka yang telah aktif dalam dunia majelis.

Alhamdulillah memang banyak ikhwan dan akhwat yang sepenuh kesadaranya enggan mempublish foto diri mereka ke socmed karena paham benar ilmunya, dan dengan keyakinan teguh mereka meninggalkan sesuatu yang banyak mudharatnya. Alhamdulillah.

Tapi bagaimana dengan saudara saudari kita yang baru saja menapaki proses hijrahNya?
Baru saja ingin meninggalkan masa jahiliyah mereka?
Apa pantas kita “memaksa” mereka meninggalkan segala “kebiasaan” dan “hobi” terdahulu mereka secara keseluruhan dalam waktu yang singkat?
Subhanallah… Bahkan Baginda Rasulullah pun tak bisa mengislamkan pamannya yang menemaninya nyaris di separuh sisa usianya, karena memang segala hidayah dan kemudahan hanya milik Allah.
Tugas kita sebagai saudara saudari seiman bukannya hanya mengingatkan dan memberi contih yang baik pada saudara saudari kita yang lain ya? Saling menasihati dalam kebaikan dengan kelembutan, bukan dengan paksaan!

Karena mungkin ada sebagian orang yang bisa saja menurut menjalankan ketaatan saat mendengar ada Ayat Qur’an atau hadist yang melarang ini dan itu.
Tapi pikirkanlah mereka saudara kita yang lainnya yang hatinya belum sampai ke titik sana?
Masih gemar menunda-nunda ketaatan karena separuh hatinya masih terpaut pada kesenangan dunia yang pernah dijejalinya.
Pantaskah kita memaksakan kehendak kita walau tuk hal yang baik? …..

——————————

image

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (QS. An Nahl:125)

Di akhir Zaman begini mana bisa sih kita memberi peringatan dengan tegas dan lugas kalau “ini haram.. Itu haram..”
Karena yg didakwahi bakal ngibrit kabur karena merasa dihakimi, merasa terbebani dengan segala larangan ini itu yg belum mereka pahami maknanya.
Yuk berdakwah dengan lemah lembut, tirulah kebiasaan Rasulullah dan para sahabat yang selalu mengajak kepada kebaikan dengan cara yg baik nan lembut pula.

.

Alkisah suatu ketika Rasulullah sedang berjalan dengan seorang sahabat, dan dijalan mereka bertemu dengan perempuan kafir yang tak menutup auratnya.
Si sahabat Rasulullah menegur si perempuan tersebut dengan cukup keras supaya ia memperhatikan bahwa pakaiannya tak sopan apalagi kini ia tengah melintas dihadapan Rasulullah.
Namun apa yang Rasulullah lakukan?
Rasulullah hanya berbicara pada sahabatnya itu: “Tundukkan lah pandanganmu ya Fulan, sungguh bukan kebaikan bagimu melihat hal yang demikian”

Dan, suatu hari Umar bin Al Khattab ra. Sedang berjalan namun tiba-tiba merasa kelelahan sehingga ia berteduh dibawah pohon.
Tak lama ia melihat seorang pemuda yang isbal pakaiannya, hingga menyeret-nyeret tanah.
Padahal sayidinna Umar ra terkenal sekali dengan ketegasan, dan sikap “keras” nya apalagi dalam membela dan meneggakan islam. Namun apa yang dilakukan Umar?
Beliau memanggil pemuda isbal tersebut dan berkata padaanya : “Assalamualaika ya Fulan..” “Waalaikumussalam ya Amirul mukminin, ada apa gerangan kau memanggilku?”
“Aku hanya ingin memberitahumu bahwa jika kau pendekkan pakaianmu sehasta dua hasta, maka itu lebih baik bagimu, semoga Allah merahmatimu..”

.

See? Masha Allah.. Bahkan Rasulullah tak dengan serta merta mengatakan “Kau perempuan tak tutup aurat maka tempatmu adalah neraka”
Dan Umar pun tak dengan serta mengatakan “kau dilaknati Allah karena isbal!”

Makanya.. Yuk jadilah hamba Allah yang bersaudara dan saling menghargai proses hijrah saudara saudari kita bagaimana pun caranya, bagaimana pun lemahnya progress mereka, karena perjalanan hijrah tak selalu mulus, karena ingatlah bahwa kita pun tak serta merta bisa menjadi pribadi yang seperti hari ini.
Kita semua pasti punya masa jahiliyahnya masing-masing kan?

Hargai saudaramu yang masih berusaha untuk me-5- kan shalat fardhunya walau belum bisa istiqomah berjamaah dimasjid.
Hargai saudarimu yang sudah berhijab walau terkadang masih suka memakai celana jeans kesayangannya.
Hargai saudara saudarimu yang masih gemar berselfie ria dan mengupload fotonya di medsos,  karena merubah kebiasaan memang tak pernah mudah, karena segala hidayah dan kemudahan mutlak hanyalah milik Allah semata.

Daripada yang didakwahi malah ngibrit dan jadi malas mengenal syariat islam karena “kok kayaknya ini ga boleh itu ga boleh” lebih baik didekati dengan lembut dan perlahan tapi pasti kan?

Sungguh Allah lebih tau.
Bisa jadi orang yang kau nasihati hari ini, kelak menjadi orang yang memberikanmu nasihat dihari lain.
Wallahu’alam.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Lil things bout me and my hijab..

image

Mereka mengatakan saya ustadzah karena penampilan dan hijab yang seperti ini.
Mereka katakan saya solehah karena acap kali saya posting mengenai tafakkur diri, dakwah & segala yang berkaitan dengan agama.
Beberapa dari mereka pun terkadang meluahkan rasa hati akan keinginan maupun proses hijrah mereka yang penuh liku kepada saya berharap saya bisa menjadi pendengar dan pemberi nasihat yang baik.

Wallahi!
Terkadang saya merasa tak layak pula diri ini tuk mentarbiyah.
Diri sendiri pun masih teramat sangat jauh dari kata solehah, masih seringkali kepayahan tuk istiqomah, masih teramat sangat butuh tarbiyah dan nasihat pula dari mereka-mereka yang lebih dahulu “taat” padaNya.

Hijab panjang dan longgar ini tak lebih dari sekedar ikhtiar untuk menjadi hamba yang lebih berarti di hadapanNya dan tak lebih pula dari kesadaran bahwasanya islam sungguh memuliakan dan mempermudah wanita dalam kesehariannya.
Postingan bernuansa islam pun tak lebih dari sekedar rekaman ilmu dan pengingat diri dikala futur, bukan kah Allah tak suka apabila kita menyampaikan kebaikan tapi kita sendiri tak mengamalkannya?
Tiada kelebihan setitik pun yg ada pada diri yg dhaif ini.
Sungguh segala kebaikan yang nampak pada diri ini tak lain tak bukan hanya karena Maha baik Allah, yang masih senantiasa menutupi aib-aib dan dosa melegam yang ada pada diri

.

“Sesungguhnya jika aku sedang menasihati kamu, bukanlah berarti akulah yg terbaik diantara kamu.
Bukan juga yang paling soleh dalam kalangan kamu, KARENA SUNGGUH AKU JUGA PERNAH MELAMPAUI BATAS UNTUK DIRIKU SENDIRI” (Imam Hassan Al-Basri)

“Hai orang beriman bertakwalah pada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan menghapuskan dosa-dosamu” (QS. Al Ahzab:70-71)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

A : Alhamdulillah ketemu malem jum’at lagi.. yuk Al kahfinya dibaca 😀
B : Kok baca Al kahfi? banyak bgt ayatnya.

A : Subhanallah.. yuk direnungkan ukhti.. kita bisa bela2in khatam baca buku novel, fiksi dan karangan manusia lainnya yang ratusan lembar dalam satu hari.. masa Al kahfi 110 ayat aja yang asalnya dari Allah SWT kita enggan baca? padahal Alqur’an isinya adalah surat cinta, petunjuk dan peringatan bagi kita orang-orang yang beriman (QS Al a’raf: 1-2)

❤ ❤ ❤ ❤ ❤

A : kan biasanya orang2 yassinan, bukan Al kahfian ?
B : Masha Allah.. inilah pentingnya kita mencari ilmu ya 😀
aselinya sih kebiasaan masyarakat membaca yassin pada malam jum’at adl amalan yg sama sekali ga ada anjurannya, adapun hadist:
” Siapa yang membava yassin pada malam jumat maka akan diampuni dosanya” , beberapa alim ulama sepakat bahwa hadist ini adalah hadist lemah.

kalau ada hadist yang shahih, kenapa kita harus mengamalkan yang dhaif? 😀 “Barangsiapa membaca Al kahfi pada malam jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya yang akan meneranginya pada hari kiamat, dan diampuni dosanya pada 2 jumat (HR Ahmad)

❤ ❤ ❤ ❤ ❤

A : Tapi kan baca Al kahfi itu sunnah kan?

B : Na’am.. membaca Al kahf pada malam/hari jumat memang sunnah, tapi ibadah sunnah sebenarnya adalah ibadah yang tak boleh kita anggap remeh, karena Allah sangat mencintai hamba-hambaNya yang mendekat padaNya dengan mengamalkan ibadah yang sunnah.

“Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan” (HR Bukhari)

selain itu amalan sunnah juga punya keutamaan yang bisa menolong kita di yaumul hisab kelak karena ibadah sunnah bermanfaat untuk menutupi kekurangan2 yang ada pada ibadab wajin kita, seperti shalat yang kurang khusyuk misalnya :

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang  ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR Abu daud)

“Barangsiapa meremehkan yang sunnah maka sudah pasti ia meremehkan segala yang wajib (Ibnul karrath Al isbiily)

padahal bukannya Allah menciptakan kita manusia ini aselinya untuk beribadah padaNya, kan?

Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih, serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3). 

hamasaaaah! 😀

View on Path

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Proud of you.. niqabis :)

image

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku:
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

Aku menjawab, “Ya”

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh).
Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata:
 ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’

Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ 
Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

“Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok?
Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?
Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.
Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya.
Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya?
Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan.
Astaghfirullah..

cantikanlah imanmu saudariku.. cantikanlah akhlakmu..
karena sungguh Allah tak akan menilai bentuk rupa ini namun Allah menilai hati dan iman yang ada didalamnya..

bismillahi ya muqallibal quluub tsabil qalbi alaa diniik, Ya Allah teguhkanlah hati dan hidupku diatas agamaMu..

Continue reading

Leave a comment

Filed under Uncategorized

sebenar-benar nikmat..

subhanallah walhamdulillahi wa laa illaha illah’allah wallahu akbar..
segala puji bagi Allah tuhan semesta alam, pemilik langit bumi, serta jiwa dan raga ini.

alhamdulillah..
tiada hentinya Allah mempertemukan saya dengan orang-orang baik diluar sana, dengan orang-orang yang sama-sama sedang berusaha meniti jalan lurus dalam keistiqomahan yang kadang kala masih seringkali goyah, orang-orang yang sama-sama berusaha mencari ridho dan pertolongan hanya pada Allah dikarenakan perihal dunia yang menyempitkan dada, orang-orang yang teramat sangat beruntung karena Allah masih berkenan melihat setitik iman dalam diri yang pada akhirnya bermuara pada suatu hal yang teramat sangat mahal harganya, hidayah Allah.

Allah mempertemukan saya dengan satu orang saudari lagi malam ini.
saudari seiman nan jauh dimata namun in sha Allah dengan izinya bisa menjadi sosok yang dekat dengan hati saya.

yah.. membicarakan proses hijrah dan kegamangan serta kemelut yang kadang berada didalamnya memang jadi satu hal yang rupanya mungkin-akan-menjadi “makanan” sehari-hari bagi saya. hehehhe.
entah kenapa Allah pertemukan saya dengan orang-orang yang mempercayakan tuk membagi kisah dan suka duka hijrahnya pada saya, pada saya yang hanya seorang asing yang mereka “temukan” di belantara dunia maya.
tapi yang saya yakini, Allah mempertemukan saya dengan mereka dengan Alasan yang baik. Allah tak pernah aniaya, bukan? 🙂

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak” (QS. An nisa:100)

Mungkin Allah tak ingin saya melupakan begitu kasih sayang dan nikmat yang Allah beri pada saya selama ini..
Allah ingin saya tahu bahwa diluar sana banyak orang yang mengalami lika-liku yang lebih berat daripada apa-apa yang telah saya alami.. Allah ingin saya tau dan senantiasa menyadari bahwa… Allah tak pernah meninggalkan saya sedetik pun, tapi saya lah yang dulu sering sekali meninggalkanNya, melupakanNya 😦

Cerita pengalaman hijrah seseorang pasti berbeda-beda. dan inilah hal menarik yang saya sukai.
dari cerita orang-orang lain menenai proses hijrah mereka, saya sadari begitu sempurnaNya Allah menciptakan kisah dan skenario bagi setiap hambaNya dengan alur yang berbeda namun pada akhirnya tetal bermuara pada satu cinta yang sama.

iri rasanya ya Allah..
dengan mereka yang mungkin masa lalu nya jauh lebih baik dari saya.
dengan mereka yang sedari dulu lebih terjaga pandangan, penglihatan, hati, pikiran, dan raganya dari hal-hal yang Kau haramkan.
tapi saya sadari, jika saya melihat lebih jauh keluar sana.. masih lebih banyak orang-orang yang lebih lalai dan jauh dari mengingatMU dan sampai sekarang belum juga tersentuh bahkan mungkin mendekati hidayahMU pun tidak..
jika membandingkan diri ini dengan mereka yang masih larut dalam kesenangan dunia, saya adalah orang yang beruntung.
beruntung karena Allah masih menyadarkan saya, menyadarkan saya tuk segera meninggalkan hal-hal duniawi yang hanya akan membuat saya bersempit hati dan terpuruk tak hanya didunia.. bahkan bisa saja sampai di akhirat nanti.
sungguh tak ada alasan bagi saya untuk tak berusaha menjadi hamba Allah yang lebih baik.

image

“Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213)

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)

“Tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. al-Hujurat:7-8).

Leave a comment

Filed under Uncategorized

so proud to cover my aurah! :)

image

bismillahi..

Allahu Akbar..

La hawla walaa quwatta illah billah.

jalan-jalan sore dan lagi-lagi berkaca, merenungi satu hal yang sebenarnya sudah seringkali saya renungkan sendiri.
tentang, betapa Allah TERAMAAAAAAT SANGAAAAAAT MEMUDAHKAN saya untuk bisa menjadi salah satu hambaNya yang mudah menutup aurat.

kesungkanan, kecemasan, ketakutan yang dulu saya pernah rasakan benar-benar menghilang begitu saja dan berubah menjadi kemantapan dan kenyamanan hati.

Gamis longgar saya dengan mantap menutupi setiap lekuk tubuh saya.
membuat saya merasa nyaman karena tak mungkin ada mata-mata jahil yang memandang bentuk tubuh saya.

khimar atau kerudung lebar yang  tak hanya menutupi kepala dan rambut tapi juga menutupi bagian dada dan punggung saya dengan sempurna, membuat saya merasa aman karena tak perlu khawatir bilamana seandainya jika ada sehelai rambut saya yang terselip keluar.
saya pun bebas mendirikan shalat ditempat umum, tanpa menggunakan mukena lagi dan tanpa khawatir khimar saya akan tersingkap naik saat melakukan gerakan shalat tertentu.

manset atau sarung tangan yang saya gunakan dibawah lengan gamis membuat saya merasa aman.
saya aman jika harus melambaikan tangan, mengangkat tangan, atau saat menyetir kendaraan, saya merasa aman karena tak perlu khawatir dan lalai jika sewaktu-waktu lengan gamis saya merosot keatas karena longgarnya, tak perlu khawatir pergelangan tangan saya terlihat karena manset saya akan tetap menutup rapat pergelangan lengan saya.

kaus kaki yang saya pakai pun membantu saya menyempurnakan fungsi dari sepatu yang yang saya pakai jika saya keluar rumah.
untuk melindungi kaki saya yang juga termasuk aurat saya.
tertutupnya kaki saya dengan si kaus kaki ini membuat saya merasa “sempurna”.

entahlah.. tapi alhamdulillah selama satu tahun terakhir saya mantap menutup aurat, saya tak pernah memperhatikan pandangan orang lain pada saya.
padahal dulu saya teramat sangat takuuuut dengan pandangan ataupun penilaian orang lain jika saya menutup aurat seperti ini.
so far.. saya tak pernah memperhatikan bagaimana orang-orang disekitar dan diluar sana menatap saya yang seperti ini, biasa saja, atau mungkin ada yang memandang aneh dan semacamnya? wallahualam bishowab.

saya tak tahu, dan saya tak peduli.
yang saya tahu..
saya merasa cantik saat saya menutup aurat sedemikian rupa.
iya saya cantik, saya cantik dimata Allah.
dan cukuplah saya memfokuskan diri untuk dipandang dan mendaat penilaian oleh Allah.
karena Allah lah yang menciptakan saya, menghidupkan saya, bukan orang lain yang notabennya sama – sama hamba seperti saya.

fabbiayyi alaa irrabbikuma tukadzdziban.

sungguh tak ada satu nikmat Allah mana pun yang mampu saya dustakan.

image

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Kita diuji tepat di titik terlemah… Be strong!

image

Sungguh, hati ini hanya Allah yang tau. Apapun yang bergemuruh bahkan terselip di dalamnya Allah pun tau.
Tiba-tiba teringat salah satu pesan yang diberikan oleh murrabiyah saya, dimana beliau mengatakan
“Kita diuji tepat dititik terlemah yang kita miliki”
Kita akan diuji pada titik dimana kapasitas dan kualitas diri kita dianggap Allah masih kurang dan membutuhkan peningkatan. Kita akan diuji pada kelemahan yang harus dihilangkan.

jika kelemahan kita adalah mudah tersinggung,maka Allah akan mempertemukan dengan orang yang mudah membuatmu tersinggung,jika kelemahanmu adalah kesombongan,maka Allah akan menguji dengan perkara-perkara yang semakin menjadikan kita sombong atau justru sebaliknya dengan perkara yang mengurangi harta dan jiwa sehingga kita bisa insyafi bahwa selama ini telah berlaku sombong.

begitu seterusnya ,Allah tidak akan menguji dalam tataran kekuatan kita, tapi Allah akan mengujimu di titik terlemah ksampai kita mampu melewati ujianNya dan naik kelas ke level selanjutnya.

Ah pernahkah kita merasa selalu diberi ujian yang sama ? Saya yakin, diantara kita pernah merasa mungkin ketika Allah senantiasa memberikan ujian yang itu-itu saja, tandanya memang kita belum lulus untuk ujian kategori tersebut.

Misalnya dari dulu kita sll dihadapkan dengan orang yang membuat kesabaran kita habis, mungkin saja karena kita belum lulus dan Allah ingin kita jadi hamba yang berhasil menumbuhsuburkan sabar dalam diri kita.
Atau jika kita senantiasa dipertemukan dengan seseorang yang kita suka dan sulit untuk menghandle hati, mungkin saja kita belum lulus dan Allah ingin kita menjadi hamba yang lebih menyerahkan hati dan pikiran kita hanya padaNya semata, seperti seharusnya.

Maka tugas kita hanyalah berusaha untuk sebaik mungkin untuk berubah ke arah yang lebih baik. Kembalikan semuanya pada Allah.. Karena memang Allah lah pemilik segalanya.

Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu merubah apa yang ada dalam dirinya (QS. Ar Rad:11)

Berbahagialah jika Allah masih senantiasa memberikan ujian pada kita..itu tandanya Allah ingin kita menjadi hambaNya yang lebih baik.

Dan sungguh akan Kami uji (iman) kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al baqarah:155)

Perumpamaan org mukmin seperti tanaman, tidak berhenti-henti angin meniupnya dan orang Mukmin senantiasa menerima cobaan. Sedangkan perumpamaan orang munafik seperti pohon yang kuat tidak pernah digoyangkan angin sampai akhirnya ia mati ditebang.” (al-Hadits)

Be strong! Allah is with us! Always.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Lagi-lagi jodoh

Bismillahi..

Gak tau kenapa tiba-tiba keingetan sama kata-kata ceplosan dua orang temen saya dari jaman yang berbeda. Satu dari jaman putih biru dan satunya lagi dari jaman putih abu.
Hmmm..Lagi-lagi persoalan hijrah saya beberapa tahun terakhir ini, yang menimbulkan mungkin sedikit banyak penilaian dari orang-orang. Terlebih lagi orang yang mungkin sudah lama mengenal ataupun sekedar mengetahui saya.
Teman-teman masa sekolah saya sih  kebanyakan.

Bukan hendak show-off dan semacamnya tapi saya hanya ingin merekam apa-apa yang terbesit dalam benak saya. Feel free to skip this post.

Ngomongin cinta emang ga ada basinya. Ngomongin jodoh juga ga ada habisnya, apalagi jodoh yang berupa pasangan hidup, selalu akan menjadi topik hangat untuk diperbincangkan kapan saja dimana saja. Apalagi untuk kami, insan-insan yang belum dipertemukan pasanfan hidup olehNYA, kami yang masih dalam tahap memantaskan diri, kami yang masih dalam masa penantian. Atau lebih tepatnya.. Saya sedang membicarakan diri saya sendiri.

Alhamdulillah, Satu persatu teman-teman saya yang memang sudah siap dan dipandang siap oleh Allah segera melepas masa lajang mereka. Barakallah ya.. Semoga Allah permudahkan segala hajat mulia teman-teman saya baik yang akan mempersunting maupun yang akan segera dipersunting.

image

Aslinya saya ga pernah mau terlalu ambil pusing masalah jodoh. Karena yang saya yakini jodoh, rezeki, maut adalah HAL yang sudah dijamin oleh Allah. Dan Allah pasti akan memberikan karuniaNYA tersebut pada saat yang tepat dan dengan caraNYA yang paling indah.

Sering saya sugestikan diri saya buat apa saya mengkhawatirkan hal – hal yang aslinya sudah dijamin sama Allah, sudah tertulis dalam Lauh mahfudz bahkan sejak saya masih berupa janin dalam kandungan mama saya. Daripada mengkhawatirkan hal yang sudah pasti lebih baik saya mengkhawatirkan apa-apa yang belum pasti dalam hidup saya kan? Bagaimana jika saya meninggal nanti? Apa saya bisa masuk ke dalam surga Allah dengan hisab yang mudah atau justru sebaliknya?

Tapi ya.. Mau bagaimana pun rasa harap cemas mengenai jodoh tentu saja acapkali saya rasakan.
Ada satu harap yang saya pendam. Ada satu asa yang saya hanyutkan dalam ikhlas padaNYA.
Ada satu kepasrahan yang masih sedang saya perjuangkan.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Uncategorized